Kisah nyata yang dialami sendiri, dikutip dari sipencerita, yang dismaarkan namanya . Berawal dari kenalan difacebook berkenalan, aku pun mengajak sicewek ketemuan, ternyata setelah bertemu, raut wajah si cewek ternyata lebih manis dari yang difoto, tidak sia - sia pikirku. Bisa dibilang tampangku bukanlah jelek, ya cuma pas-pasan. setelah pertemuan kami disebuah Plaza disenayan. sebut saja namanya silvia ternyata orangnya menyenangkan tidak hanya didunia maya. diajak ngobrol juga nyambung.
Seharian aku dengan silvia duduk dicafe, setelah bosan aku mengajak dia berkeliling disenayan, ohya, silvia bukanlah orang jakarta dia asli Bali, kejakarta bukan karena dalam rangka untuk menemuiku, melainkan untuk sekedar jalan- jalan sebenarnya aku berencana menemuinya dalam waktu dekat, akan tetapi dia mengatakan bahwa dia juga mau kejakarta dalam rangka untuk menghadiri pesta pernikahan family dari mamanya. silvia ke jakarta hanya berdua dengan mamanya, Papanya sekarang diluar negri mengurusi pekerjaan jadinya tidak bisa ikut hadir.
Sebenarnya silvia sudah hari ke4 dijakarta, hari pertama sampai hari ketiga dia sibuk membantu persiapan pernikahan kakak anak dari tantenya tersebut. Baru hari keempat ini dia punya waktu untuk bertemu denganku, setelah puas mengelilingi Senayan, aku mengantarkan silvia pulang, tapi diperjalanan jakarta diguyur hujan deres, kebetulan hujan melanda jakarta lokasinya dekat dengan rumahku, jadi aku waktu itu membawa motor, takut silvia kehujanan aku pun menawarkan silvia untuk berteduh dirumahku dan dia menyetujuinya,
Sesampainya diruma aku berencana mengambil kunci mobil maksudnya untuk mengganti, ternyata silvia kedinginan akibat terkena hujan,
"hen, istirahat dulu, dingin banget" kata silvia dengan mulut bergetar akibat kedinginan, tidak tega juga aku
"ganti bajuku dulu ya, nanti kamu masuk angin" bergegas aku kekamar ku mengambil baju keringku. Tidak lama aku keluar dengan membawa kaosku "ganti bajuku dulu gih dikamarku" kebetulan kamarku berada dilantai 1, aku papah dia masuk kekamar, setelah itu aku bergegas membuat teh hangat untuk silvia agar badannya bisa terasa hangat.
Aku balik kekamar dengan segelas teh hangat ditanganku kulihat silvia belum berganti pakaian
"kenapa masih belum diganti bajunya?" tanyaku
"iya,ini mau ganti" jawabnya
"ya sudah" aku pun mengambil baju dilemariku karena juga kedinginan aku berganti di kamar mandi ku tinggalkan silvia dikamarku dia juga mau memakai kamar mandi dikamarku untuk mandi, terpaksa aku memakai kamar mandi yang berada dilantai 2. selesai membersihkan diri aku turun, maunya masak indomie kuah dingin2 begini, oh ya kebetulan rumahku waktu itu kosong , kedua ortuku pergi ke palembang.
aku menuju kekamarku untuk menanyakan ke silvia mau gak makan indomie bareng, setelah ku buka kamarku, kuliat dia uda tertidur pulas, memakai kaosku yang kebesaran untuk tubuh mungilnya. ku ambil selimut bermaksud menyelimuti badannya itu, tak sengaja tersentuh tangannya, kurasakan sepertinya suhu tubuhnya agak panas, memberanikan diriku untuk memegang dahinya, ternyata dia demam, gawat gara - gara kehujanan anak gadis orang jadi demam pikirku, dia menggeliat tersentuh tanganku, setengah sadar dia melihat kearahku
"eh, hen maaf aku tiduran diranjangmu" jawabnya lemas mencoba untuk bangun
" tidak apa-apa, kamu demam sil aku ambikan obat ya" jawabku
"gak apa-apa kok" jawabnya
"gak apa - pa apanya" jawabku
silvia meraih tangaku,astaga tangannya aja panas begini, "disini aja aku kedinginan" katanya manja
Akupun duduk dia langsung memelukku, "badanmu panas banget sil, minum obat ya?" bujukku
"gak mau, maunya dipeluk kamu" jawabnya
aku yang mau - mau aja di peluk, aku membalas pelukan silvia yang menggelut didalam pelukanku, aku peluk sambil tiduran,
"sil.." panggilku
"hmm.. " jawabnya sambil melihat kearahku
matanya sayu memandangku, membuatku tidak tahan kalau tidak ku emut mulut mungilnya, melihatnya aku tanpa sengaja menelan ludah. silvia langsung naik lalu menciumku
mmhhh...mmhhh...
aku pun jadi terbawa suasana kubalas ciumannya dengan melumat mulut mungilnya..
emmhhh.. emmuachhh...
sekitar 5 menit kami berciuman, hasratku mulai naik, silvia demam tapi nafsuan pikirku.
aku pun memberanikan diri mengelus punggungnya..
silvia menggeliat dalam pelukku, dia juga memelukku erat, lalu tanganku mulai meraba dadanya, ternyata dia tidak memakai BH mungkin dia buka akibat kehujanan tadi pikirku, tanganku merayap masuk kedalamnya, lalu meremes buah dadanya. suara nafas silvia semakin berat, sepertinya dia menkmatinya pikirku.
"emhh.." desah silvia
kulumat lagi bibirnya, lalu ciumanku dari mulut pindah ketelinganya, sambil ku jilat - jilat telinganya, tanganku juga sambil meremas kedua buah dadanya, sepertinya silvia sudah mulai terangsang. dia hanya memenjamkan matanya menikmati permainan lidah dan tanganku. Dan sesekali mendesah.
Sekarang ciumanku dari telinga menuju kelehernya, tangan silvia mulai mengelus penisku dari luar celana.
"ahhh...." desah silvia aku merasa semakin gairah dengan elusan tangan mungilnay silvia.
satu tanganku turun dari dada kuelus - elus perutnya yang mulus rata lalu kedaerah kewanitaanya, rupanya tidak berbulu alias botak, dan dia tidak memakai celana dalam, mungkin basah pikirku.
baca juga cerita sex lainnya di sini
baca juga cerita sex lainnya di sini
"ughh..." desah manja silvia,
dia pun tak mau kalah dariku tangannya mulai masuk kedalam celanaku. dan penisku mulai menegang, kubuka kaos yang menutup tubuh mungilnya kurebahkan badannya diranjang, dan akhirnya tubuh mulus putih mungil itu sudah tidak tertutup kain sehelai pun, dan aku pun membuka kaosku.
tidak peduli lagi dengan demamnya dia hanya menikmati permainan mulut dan tanganku, mulutku didadanya sambil menjilati puting susunya, satunya lagi kuremes lembut, dan tanganku yang lain kumainkan di klitorisnya.
"ughhh...." desah silvia sambil mengelus punggungku.
mulutku menghisap mengulum kedua puting susunya bergantian, "ughhh.. ahhh" desahnya sambil menggeliat keenakan, ciumanku turun kujilat perutnya, pusarnya,lalu menuju perut bagian bawahnya.
sebelum kujilat vaginanya kubuka kedua kaki silvia lebar - lebar agar terlihat jelas olehku vaginanya yang imut berwarna merahnya.. ku jilat jilati bibir vaginanya..
"uhhh...." desah silvia
kuteruskan jilatanku sampai klitorisnya.. sudah basah pikirku.. ku sodok -sodok vaginanya dengan lidahku.. "akhhhh...." desah silvia semakin keras, di tekan - tekan kepalaku agar lidahku masuk lebih dalam kevaginanya.. ku jilat - jilat lalu ku isap - isap cairan yang keluar dari vaginanya.
"ohhhh.. ukhhh..." desahnya.. sepertinay dia sudah mau orgasme kujilatin lebih liar lagi, silvia juga semakin keras menekan kepalaku, sepertinya kurasakan ada cairan yang keluar menyemprot sedikit. kutelan habis.. "akhh....." leganya
ku akhiri jilatanku
kuciumin bibir silvia dengan bibirku yang bekas cairannya, dia pun melumat bibirku penuh nafsu, dia mengisyaratkan membuka celanaku. akhirnya dia yang membukakan celanaku.. kini kami berdua sudah tidak ditutupi kain sehelaipun. tanpa disuruh silvia langsung memasukan penisku kedalam mulut mungilnya. enak sekali rasanya, dan sepertinya silvia sudah mahir dalam soal beginian, karena asli kulumannya membuat merem melek,
"ahhhh.... enak sekali sil" gumanku.
diisap-isap penisku kuat sekali isapannya, membuat ingin orgasme, setelah itu berhenti mengisap dia menjilat - jilat kepala penisku seperti anak kecil yang menjilati es krim, lalu dikulum kembali dikeluar masukan sampe ketenggorokannya enak sekali rasanya.. setelah tidak tahan aku rebahkan badannya ke ranjang lalu ku buka kakinya lebar - lebar. penisku sudah iap - siap memasuki vaginanya, dia memegang lalu mengarahkan kevaginanya, perlahan - lahan aku memasukkannya,
masih sempit banget pikirku..
"akhh...." teriaknya membuat ku semakin bernafsu ditahannya perutku
"pelan - pelan hen sakit.." rintihnya..
kupeluk tubuhnya ku ciumin bibirnya.. lalu kumasukan perlahan,
"akhhh....hen.."rintihnya.. setelah masuk kugoyangkan keluar masuk perlahan, aku bangkit lagi karena penasaran kuliat di penisku ada darahnya..
"kamu masih perawan?"tanyaku..
"i.iiyahh.. hen"jawabnya
merasa bersalah juga dalam pikirku tapi uda tanggung, pikirku..
"gak apa - apa nih" tanyaku
"gak apa - apa hen.."jawabnya
lalu ku goyangkan keluar masuk, memang terasa sempit, jujur baru kali ini aku merasakan vagina perawan, berdarah membuatku semakin bergairah.
"akhh...akhhhh...."desah silvia merasakan penisku yang besar. untuk ukuran vaginanya.
Masih belum berani iku goyangkan kencang, kugoyangkan pelan - pelan, setelah kudengarkan desahan silvia yang sudah mulai menikmati goyanganku barulah aku goyangkan lebih kencang...
"akhhh.. akhhhh..."desah silvia, kedua tangannya memegang pinggangku mendorong masuk lebih dalam, kulihat tubuh silvia bergetar tandanya dia sudah orgasme. Kupeluk badan silvia, kubisikkna ditelinganya ."enak rasanya.." bisikku.."he emmhh... ahhh..."jawabnya..
Kubisikkan lagi."kamu diatas ya" belum sempat dia menjawa ku balikkan badan silvia sampai dia diatasku, ku pegang pinggulnya, dia kewalahan mungkin baru pengaruh baru pertama kalinya dia begini, ku pegang pinggulnay ku arahkan untuk goyang dia juga mengikuti arahanku..
"akhh...akhhh..akhhh....hen" desah silvia keenakkan. setelah beberapa menit aku lepas peganganku sekarang dia sudah pandai menggoyangkannya. semakin cepat.. aku merasakan genjotan vagina mungilnya yang mengurut penisku, kepala penisku terasa banget sampai kedinding vagina silvia.."ahhh..enak banget sil.."desahku tak tahan goyangannya..
silvia telungkup menimpa badanku, tampaknya dia kecapekan.aku yang tak tahan lagi langsung kurebahkan badannya lagi.tanpa bertanya lagi kugenjot vaginanya lagi.. kali ini cukup cepat..
"akhhh..akhh..akhhh.. henn "desah silvia.
"ahhh..ahhh..ahhh sil a..aa..aku mau sampai nh.."desahku
silvia menekan masuk penisku.."aku gak sempat cabut akhirnya kulepas didalam vagina silvia..
"ahhh..ahhhh..aku nembak sil" kataku
silvia juga semakin menekan kedalam merasakan air maniku yang menyemprot banyak didalam..
kucabut penisku.. kuliat air spermaku yang bercampur bercak darah dan cairan bening silvia di ranjangku.
akhirnya kami tertidur karena kecapekaan. suhu badan silvia juga menjadi normal.
aku tidur sambil memeluk tubuh mungilnya..
dia juga terlelap dalam pelukanku.. setelah tiga bulan pacaran, aku langsung melamar silvia, aku memang sudah memantapkan silvia sebagai pasangan hidupku, orangnya baik tidak ribet dan sabar..
bulan ke 3 setelah tunangan silvia aku bawa pulang keruma (alias nikah) hihi.. setaun kemudian silvia melahirkan buah hatiku yang imut. jadi semakin sayang sama keluarga kecilku.
"ahhhh.... enak sekali sil" gumanku.
diisap-isap penisku kuat sekali isapannya, membuat ingin orgasme, setelah itu berhenti mengisap dia menjilat - jilat kepala penisku seperti anak kecil yang menjilati es krim, lalu dikulum kembali dikeluar masukan sampe ketenggorokannya enak sekali rasanya.. setelah tidak tahan aku rebahkan badannya ke ranjang lalu ku buka kakinya lebar - lebar. penisku sudah iap - siap memasuki vaginanya, dia memegang lalu mengarahkan kevaginanya, perlahan - lahan aku memasukkannya,
masih sempit banget pikirku..
"akhh...." teriaknya membuat ku semakin bernafsu ditahannya perutku
"pelan - pelan hen sakit.." rintihnya..
kupeluk tubuhnya ku ciumin bibirnya.. lalu kumasukan perlahan,
"akhhh....hen.."rintihnya.. setelah masuk kugoyangkan keluar masuk perlahan, aku bangkit lagi karena penasaran kuliat di penisku ada darahnya..
"kamu masih perawan?"tanyaku..
"i.iiyahh.. hen"jawabnya
merasa bersalah juga dalam pikirku tapi uda tanggung, pikirku..
"gak apa - apa nih" tanyaku
"gak apa - apa hen.."jawabnya
lalu ku goyangkan keluar masuk, memang terasa sempit, jujur baru kali ini aku merasakan vagina perawan, berdarah membuatku semakin bergairah.
"akhh...akhhhh...."desah silvia merasakan penisku yang besar. untuk ukuran vaginanya.
Masih belum berani iku goyangkan kencang, kugoyangkan pelan - pelan, setelah kudengarkan desahan silvia yang sudah mulai menikmati goyanganku barulah aku goyangkan lebih kencang...
"akhhh.. akhhhh..."desah silvia, kedua tangannya memegang pinggangku mendorong masuk lebih dalam, kulihat tubuh silvia bergetar tandanya dia sudah orgasme. Kupeluk badan silvia, kubisikkna ditelinganya ."enak rasanya.." bisikku.."he emmhh... ahhh..."jawabnya..
Kubisikkan lagi."kamu diatas ya" belum sempat dia menjawa ku balikkan badan silvia sampai dia diatasku, ku pegang pinggulnya, dia kewalahan mungkin baru pengaruh baru pertama kalinya dia begini, ku pegang pinggulnay ku arahkan untuk goyang dia juga mengikuti arahanku..
"akhh...akhhh..akhhh....hen" desah silvia keenakkan. setelah beberapa menit aku lepas peganganku sekarang dia sudah pandai menggoyangkannya. semakin cepat.. aku merasakan genjotan vagina mungilnya yang mengurut penisku, kepala penisku terasa banget sampai kedinding vagina silvia.."ahhh..enak banget sil.."desahku tak tahan goyangannya..
silvia telungkup menimpa badanku, tampaknya dia kecapekan.aku yang tak tahan lagi langsung kurebahkan badannya lagi.tanpa bertanya lagi kugenjot vaginanya lagi.. kali ini cukup cepat..
"akhhh..akhh..akhhh.. henn "desah silvia.
"ahhh..ahhh..ahhh sil a..aa..aku mau sampai nh.."desahku
silvia menekan masuk penisku.."aku gak sempat cabut akhirnya kulepas didalam vagina silvia..
"ahhh..ahhhh..aku nembak sil" kataku
silvia juga semakin menekan kedalam merasakan air maniku yang menyemprot banyak didalam..
kucabut penisku.. kuliat air spermaku yang bercampur bercak darah dan cairan bening silvia di ranjangku.
akhirnya kami tertidur karena kecapekaan. suhu badan silvia juga menjadi normal.
aku tidur sambil memeluk tubuh mungilnya..
dia juga terlelap dalam pelukanku.. setelah tiga bulan pacaran, aku langsung melamar silvia, aku memang sudah memantapkan silvia sebagai pasangan hidupku, orangnya baik tidak ribet dan sabar..
bulan ke 3 setelah tunangan silvia aku bawa pulang keruma (alias nikah) hihi.. setaun kemudian silvia melahirkan buah hatiku yang imut. jadi semakin sayang sama keluarga kecilku.

0 komentar
Posting Komentar